tak terulang yang terjadi, tinggal tanggung jawabnya.
2
Orang hidup ditinggalkan oleh pendahulunya;
kita pun menuju makam bagai makhluk yang fana.
Dari bumi kita lahir dan kembali pada-Nya;
tanpa rahmat yang Ilahi, apakah manusia?
3
Sungguh, Allah mengasihi dunia ciptan-Nya:
dalam Putra-Nya sendiri Ia tinggal beserta.
Yang percaya kepada-Nya, tak binasa tenggelam,
tapi hidup selama-Nya dalam Dia yang menang.
4
Walau zaman menghanyutkan tiap hal di dunia,
pengasihan-Mu, ya Tuhan, untuk s’lama-lamanya!
Di segala perubahan, dalam duka apapun,
dalam Kristus aku aman: ‘Kau menjadi Bapaku!
5
Bapa, Sumber pengasihan, Bapa dalam t’rang dan g’lap.
Bapa dalam kematian, pun di kubur yang senyap,
setia-Mu tak berubah, kasih-Mu tetap teguh:
Bapa kepada-Mu jua kuserahkan diriku.
6
Siang, malam, musim, tahun, biar kamu melenyap;
dalam suka dan dukaku rahmat Allahku tetap!
Tangan-Nya menuntun daku lewat zaman dunia
dan akhirnya ‘ku selalu tinggal dalam rumah-Nya.
Syair: Uren, dagen, maanden, jaren, Rhijnvis Feith (1753-1824), terj. H. A. Pandopo, 1975/J.M. Malessy, 1983
Lagu: Jerman (Herrnhut), 1700
Terima kasih! Link sudah kami terima dan akan kami tinjau.Thank you! We have received your link and will review it.Konfirmasi dan pembaruan status akan dikirim ke email yang Anda isi.Confirmation and status updates will be sent to the email you provided.