Lihat bunda yang berduka di depan salib Sang Putra;
air mata bergenang.
O betapa jiwa ibu tersedu menanggung pilu,
bagai ditembus pedang.
2
Bunda Putra Tunggal Allah, disebut “yang berbahagia”,
kini sangat bersedih.
Hatinya dirundung duka kar’na Putra yang termulia
bersengsara di salib.
3
O siapa tidak pilu menyaksikan bunda Kristus
menangisi Putranya?
Dan siapa tak tergugah menyelami duka bunda
dalam siksa Anaknya?
4
Dilihat-Nya Yesus, Putra, yang tersiksa dan terluka
kar’na dosa umat-Nya
dan bergumul sendirian menghadapi kematian
menyerahkan nyawa-Nya.
5
Wahai bunda, sumber kasih, biar turut kuhayati
dukamu yang mencekam;
biar hatiku bernyala mengasihi Putra Allah
dan pada-Nya berkenan.
6
Biarlah sengsara aib dari Dia yang tersalib
tersemat di hatiku;
biar siksa salib itu yang ditanggung-Nya bagiku
kudekap bersamamu.
7
Biar aku di sampingmu pilu kar’na wafat Kristus
di sepanjang hidupku:
inilah keinginanku: di dekat salib Putramu
besertamu tersedu.
8
O perawan yang terpilih, perkenankan aku ini
ikut dikau bersedih;
biar kematian Tuhan dan darah-Nya yang tercurah
kukenangkan tak henti.
9
Biar aku pun terluka, menghayati salib Tuhan,
digerakkan kasih-Nya.
Hatiku engkau kobarkan; biar aku dibebaskan
dalam penghakiman-Nya.
10
Biarlah salib Tuhanku jadi benteng naunganku
dan kurasa rahmat-Nya.
Biar nanti aku mati biar aku mewarisi
kemuliaan yang baka.
Syair: Stabat mater dolorosa, Anonim Latin, 1200/1300, terj. Yamuger, 1984
Lagu: Jerman (Köln), 1638
Terima kasih! Link sudah kami terima dan akan kami tinjau.Thank you! We have received your link and will review it.Konfirmasi dan pembaruan status akan dikirim ke email yang Anda isi.Confirmation and status updates will be sent to the email you provided.