tadi ‘ku angkuh, kini heran: Tuhan, besarlah rahmat-Mu!
Kidung imanku bergema: rahmat-Mu sungguh mulia,
kidung imanku bergema: rahmat-Mu sungguh mulia!
2
Walau ‘ku patut dihukumkan, Kaulah penuh anugerah:
darah Putra-Mu dicurahkan membasuh dosa dan cela.
Di manakah selamatku? Hanyalah dalam rahmat-Mu.
Di manakah selamatku? Hanyalah dalam rahmat-Mu.
3
Ini tetap pengakuanku, jikalau orang ingin tahu:
hanya berkat pengasihan-Mu rukunlah aku dan Engkau.
‘Ku merendahkan diriku dan kuagungkan rahmat-Mu,
‘ku merendahkan diriku dan kuagungkan rahmat-Mu.
4
Jangan seorang pun di dunia merampas harta hatiku:
dasar percaya yang ‘ku punya dan alas doa yang teguh;
hidup dan mati ‘ku tent’ram: rahmat-Mu, Tuhan, kugenggam,
hidup dan mati ‘ku tent’ram: rahmat-Mu, Tuhan, kugenggam.
5
Ya Tuhan, jangan ambil rahmat yang Kauberi kepadaku,
kar’na dengannya aku s’lamat sampai ke dalam rumah-Mu:
di sana kumuliakanlah rahmat-Mu s’lama-lamanya,
di sana kumuliakanlah rahmat-Mu s’lama-lamanya!
Syair: Mir ist Ebarmung widerfahren, Philipp Friedrich Hiller, 1767, terj. H.A. Pandopo/J.M. Malessy, 1983
Lagu: Johann Ludwig Friedrich Hainlin, 1819
Terima kasih! Link sudah kami terima dan akan kami tinjau.Thank you! We have received your link and will review it.Konfirmasi dan pembaruan status akan dikirim ke email yang Anda isi.Confirmation and status updates will be sent to the email you provided.